Pinjam Uang di Bank atau Finance?

Dalam meminjam uang untuk modal usaha ataupun pembiayaan perlu dicermati tempat minjamnya. Salah-salah minjam bisa saja semua aset yang kita miliki hilang atau tergadai. Ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan saat meminjam uang di bank, terutama terkait kemampuan kita membayar serta plafond yang kita ajukan.
ilustrasi pinjaman bank dan finance untuk modal usaha

Jika kita memiliki gaji 3 juta perbulan, kira-kira berapakah uang yang layak kita pinjam? Berdasarka tingkat bunga sekarang diatas 10% maka seorang pegawai bergaji 3 juta hanya layak meminjam uang maksimal sekitr 70 juta dengan masa angsuran sekitar 60 bulan. Plafond 70 juta, maka si pegawai diharuskan mengeluarkan gaji sebagai angsuran sekitar 1,7 juta per bulan. Dengan demikian si debitur masih tetap menerima gaji perbulan sekitar 1,3 juta perbulan.

Perkiraan diatas berlaku bila kita pinjam uang di bank, berbeda halnya bila kita meminjam uang di perusahaan finance atau Perusahaan non perbankan. Sebahagian besar (secara umum) tingkat bunga yang ditawarkan oleh perusahaan finance diatas 12 % / tahun. Ini artinya besar pinjaman di finance akan lebih kecil bila dibandingkan di perbankan dengan besar gaji yang sama.

Bila kita pegawai dengan gaji pokok 3 juta per bulan maka maksimal pinjaman di finance disarankan hanya sekitar 50 juta dengan masa angsuran 60 bulan (5 tahun). Setiap bulannya kita harus menyisihkan gaji sebesar 1,5 Juta untuk membayar angsuran pinjaman. Dengan demikian setiap bulannya kita masih bisa menerima gaji pokok sebesar 1,5 juta.

Bedasarkan harga-harga bahan pokok saat ini, maka seorang pegawai dengan keluarga kecil (3 orang/ 1 istria dan 1 anak) masih bisa hidup standar dengan biaya bulanan sebesar 1,5 juta. Perlu kita ketahui bahwa standar minimal tersebut berdasarkan pengeluaran untuk biaya-biaya untuk membeli kebutuhan pokok selama sebulan saja.

Terus mangapa masih ada orang yang lebih suka meminjam uang di fiance dibandingkan di Bank? Hal ini karena proses meminjam di perusahaan non bank lebih mudah dan lebih cepat. Dalam sehari urusan pinjam-meminjam bisa diselesaikan (1 hari cair). Selain itu banyak bank yang tidak menerima pengajuan kredit tanpa agunan dari karyawan swasta apalagi buruh.

Itulah beberapa perbandingan antara meminjam uang di Bank dengan di perusahaan non perbankan (finance). Semuanya tentu sudah diatur secara resmi dalam undang-undang. Terkait kelegalan sudah tidak diragukan lagi antara keduanya. Semoga tulisan singkat ini memberi manfaat….

Resiko dalam Asuransi Pendidikan Unit Link

Saya termasuk tipe paranoid kalau dengar istilah asuransi. Dalam imajinasi langsung tergambar biaya premi bulanan, heheh… pengennya sih punya asuransi tanpa premi bulanan, cukup daftar saja tanpa ada premi-premian. Sayangnya gak ada asuransi berbasis investasi kayak gituan. Kalo ada kabarin saya yah… langsung beli deh..

Sebagai orang tua kita tentu ingin jaminan kepastian akan pendidikan anak. Tapi sayang, dalam hidup ini adanya hanya resiko ketidak pastian. Ketidak pastian masa depan usaha, ketidak pastian kesehatan, pekerjaan dan lainnya. Jder….bangun-bangun… jangan ngayal… kita masih di bumi brooh… tetap optimis, selama kita berusaha dengan benar senantiasa akan menuai hasil.

Terniat membeli asuransi pendidikan anak, tapi kebanyakan literatur menganjurkan tabungan pendidikan. Jadi bingung, akhirnya gak ada yang ditabung apalagi dibeli.. hehehe.. alasan aja. Adanya resiko di masa akan datang, menuntut kita orang tua bespekulasi positif. Seyogyanya pendidikan anak menjadi salah satu prioritas dalam membangun masa depan keluarga.

Dalam berprasangka, antara tabungan dan asuransi keduanya sama-sama baik dalam mengantisipasi resiko. Untuk memilihnya harus didasarkan pada kebiasaan kita, bagi yang kurang tertip dalam mengatur keuangan sebaiknya memilih asuransi pendidikan, sebab dalam berasuransi ada rule dan kewajiban yang harus dipenuhi, sehigga memaksa kita untuk berdisplin.

Tabungan pendidikan cocok bagi kita yang mampu mengatur keuangan keluarga dengan baik. Tabungan pendidikan anak sebaiknya dengan perencanaan, setorannya berupa rutinitas selayaknya bayar tagihan listrik. Kalau kita menabungnya bila ingat saja, yakinlah target tidak akan tercapai. Pendidikan anak tidak layak dipertaruhkan, realisasi seharusnya sesuai dengan rencana jangka panjang.

Bagaimana cara kerja asuransi investasi pendidikan?
Biasa disebut dengan asuransi unit link, dimana dana atau premi yang kita bayarkan akan dikelola oleh perusahaan di berbagai bidang investasi. Dalam investasi tentu ada pula resiko. Jadi bingung kan, bukankah tujuan kita membeli asuransi untuk mengcover resiko, ini beli asuransi kok malah dapat resiko baru, heheh.. saya juga bingung .

Kemanakah dana kita diinvestasikan oleh perusahaan asuransi? Dalam hal ini nasabah tidak memiliki keleluasaan untuk menelusuri. Nggak percaya ya? Coba saja tanya pada agen asuransi dekat rumah, pasti penjelasannya berbelit-belit.

Bagaimana jika perusahaan asuransi bangkrut? Setahu saya asuransi itu adalah perjanjian antara nasabah dan perusahaan, dan tidak ada lembaga pemerintah yag menjamin dana asuransi unit link. Berbeda dengan tabungan di Bank dijamin oleh lembaga penjamin simpanan (LPS).
resiko asuransi pendidikan unit link

Jadi, apakah asuransi unit link itu aman? duh… ini lagi, dalam investasi tidak ada jaminan 100% aman, sebab resiko itu sudah melekat secara alamiah dalam investasi. Kalau kita orangnya sangat protektif dan mudah jantungan, alangkah baiknya beli saja asuransi tradisional atau menabung di bank.

Beda Asuransi Pendidikan Dan Tabungan Pendidikan

Share di pagi yang cerah ini kembali tentang asuransi. Kali ini terkait dengan tabungan pendidikan, dimana kedua produk tersebut kelihatannya sama, sering ditawarkan di tempat yang sama tapi memiliki perbedaan begitu nyata. Perbedaannya perlu dicermati secara seksama terutama terkait resiko dan peluangnya, agar tidak merasa tertipu apalagi terjebak dalam mengambil keputusan.
perbedaan tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan

Asuransi pendidikan seyogyanya untuk masa depan anak namun banyak kita malah mengasumsikannya dalam investasi. Tujuan dasar investasi = profit, sedangkan tujuan asuransi pendidikan = jaminan biaya pendidikan anak. Saya setuju dengan pendapat yang mengatakan “agen asuransi itu cantik-cantik dan bermulut manis”, tapi hati-hati dengan apa yang mereka tawarkan, sebab sudah pasti yang mereka tawarkan itu adalh demi bonus mereka sebagai agen. Masa gara-gara agen asuransi yang cakep pendidikan anak dipertaruhkan.

Asuransi pendidikan yang sering ditawarkan adalah asuransi berbase unit link, intinya sih unit link itu sama dengan investasi lengkap dengan keuntungan dan resiko yang pasti dihadapi. Ya mbok namanya juga investasi, bisa untung besar… juga bisa bangkrut… hehe… Dalam unit link dana asuransi kita akan diinvestasikan, makanya setiap membeli asuransi banca lengkap-lengkap apa yang harus ditandatangani.

Iming-iming keuntungan asuransi pendidikan unit link pastinya akan begitu wah, tapi pernahkah kita kebayang akan resikonya. Tahukah kita bahwa dana asuransi tidak dijamin oleh LPS (lembaga penjamin simpanan)? Dalam iming-iming profit hingga 20 – 0% itu pernahkah kita kebayang resiko perusahaan asuransi mengalami pailid, investasi merugi dan sebagainya? Jika unit link investasi mereka merugi siapakah yang akan menjamin dana pendidikan buat anak di masa depan?

Tabungan pendidikan memiliki bunga yang tetap biasanya ditetapkan dengan jangka. Dengan adanya jangka penarikan itu Bank berani memberikan bunga yang lebih tinggi pada nasabah, oleh karena itu tabungan pendidikan memiliki bunga lebih tinggi dari tabunga biasa.

Sudah seharusnya kita tidak bertaruh akan pendidikan anak, apalagi tergiur akan keuntungan selangit. Tabungan pendidikan adalah produk perbankan yang sepenuhnya dijamin oleh LPS. Jika terjadi likuidasi atau bank merugi, nilai tabungan kita tidak akan berkuran dan tidak akan hilang, semua akan dijamin oleh pemerintah melalui LPS. Bunga tabungan memang tidaklah seberapa, tapi hampir tidak ada resiko didalamnya, berbeda dengan asuransi unit link.

Sering ada celetukan tabungan atau asuransi pendidikan sama saja, padahal keduanya sangat berbeda, satu produk perbankan yang satunya lagi non perbankan. Asuransi menawarkan keuntungan besar tabungan menawarkan keamanan dana pendidikan.

Sepertinya dengan penjelasan singkat seperti ini kita sudah dapat memilih apa yang tebaik bagi pendidikan anak. Jika kita ingin dana pendidikan berbasis investasi maka pilih Asuransi, jika kita ingin kepastian dan kenyamanan denga keuntungan kecil maka silahkan pilih tabunga pendidikan.

Itulah beda asuransi pendidikan dan tabungan pendidikan, semoga mudah dipahami dan selamat memilih. Tambahan saran silahkan via komentar di blog ini.

Kapan sebaiknya memulai Asuransi Pendidikan?

asuransi pendidikan anak
Kita tentu ingin pendidikan anak lebih terjamin dalam kondisi apapun di masa depan. Kekhawatiran merupakan sifat lumrang dari setiap manusia, oleh karena itulah hadir banyak jenis asuransi, dimana tujuannya adalah untuk mengantisipasi semua resiko yang akan timbul di masa depan. Tulisan ini sebuah opini tentang masa yang tepat untuk mengasuransikan pendidikan anak. Karena berupa opini tentu saja akan ditemukan ketidak sepahaman dari banyak pembaca blog ini, bagi penulis itu merupakan kekayaan dalam bentuk keaneka ragaman.

Kapan waktu yang tepat membeli asuransi pendidikan anak?
Seharusnya sebuah asuransi dibeli ketika resiko belum terjadi, bahkan sebagian ahli berpendapat bahwa asuransi sebaiknya dimulai sejak adanya perencanaan. Rencana skema pendidikan anak biasanya akan muncul sejak pertama kali si Ibu mengetahui bahwa dia sedang hamil. Oelh karena itu sesungguhnya sangat baik membuat asuransi pendidikan anak sejak anak masih dalam kandungan.

Arti paragraph diatas bukanlah ketakaburan, tapi sekedar kewaspadaan sedini mungkin. Segala kondisi buruk bisa terjadi pada waktu yang tidak bisa kita tentukan, begitulah gambaran kondisi anda sebagai penanggung jawab perekonomian keluarga. Hari ini anda sehat dan kuat tapi besok kondisi serupa belum tentu didapat, hari ini peruntungan anda baik besok rugi bisa menghadang bak tsunami. Oleh karenanya kewaspadaan sedini mungkin perlu dipupuk dan direalisasikan dalam bentu asurani pendidikan.

Jika anda seorang PNS atau Karyawan BUMN dan swasta tentu kesehatan anda telah diasuransikan sepenuhnya oleh lembaga tempat anda bernaung. Sesungguhnya dalam kondisi demikian sangat tepat bila anda membeli asuransi pendidikan anak, sebab beban jaminan anda jauh lebih ringan bila dibandingakan dengan pengusaha UMKM dimana mereka harus memange sendiri seluruh pertanggunagn kepemilikan asuransi.

Jika seorang anak telah memiliki asuransi pendidikan berupa unit link investasi, maka uang asurasi tersebut bisa diambil sepenuhnya ketika anak anda mulai masuk sekolah SD atau SMP, sehingga pendidikan anak menjadi lebih terjamin dan beban ekonomi anda menjadi lebih ringan dikala anak sudah mulai remaja. Dimana perhitunganannya secara detail dapat anda konsultasikan dengan agen-agen asuransi pendidikan di sekitar anda. Saat ini hampir semua perusahaan asuransi seperti; Prudential, AIA, Manulife, Bumiputera dan lainnya telah menyediakan produk asuransi pendidikan.

Sekali lagi artikel “Kapan sebaiknya memulai Asuransi Pendidikan?” hanyalah sebuah opini author blog ini. Silahkan ambil manfaat dan tinggalkan segala mudharat, mari berdiskusi semoga menambah referensi.

Investasi apa yang paling menguntungkan saat ini


investasi aman menguntungkan

Investasi apa yang paling menguntungkan? Selalu menjadi pertanyaan sulit bagi kita yang ingin memulai investasi bisnis. Hal ini mungkin karena sebagai pemula kita tidak memiliki pengalaman dan referensi yang baik tentang perkembangan dunia usaha. Kebanyakan investor pemula cenderung lebih mencari keamanan daripada keuntungan. Biarlah sebuah investasi untungnya kecil tapi keamanannya terjamin.

Pengertian sederhana bisnis investasi adalah usaha menanamkan sejumlah dana dengan tujuan memperoleh sejumlah keuntungan dalam jangka waktu tertentu. Di zaman sekarang sudah banyak sekali tersedia jenis dan ragam investasi aktif maupun pasif. Aktif artinya sebagai investor kita juga turut serta menjalankan usaha sedangkan investasi pasif kita hanya menanamkan modal saja.

Contoh investasi aktif yang cukup menguntungkan saat ini adalah usaha franchise di bidang kuliner dan suplayer produk fashion, selain itu MLM juga bisa dikategorikan sebagai investasi aktif. Investor pasif contohnay adalah menanamkan modal dengan cara membeli saham, bermain forex via broker, investasi emas batangan, reksa dana dan lain sebagainya. Pada dasarnya jenis aktif maupun pasif memiliki peluang yang sama dalam mencapai kesuksesan finansial investor.

Jika anda seorang yang sibuk bekerja di kantor sebagai PNS ataupun karyawan perusahaan maka sebaiknya pilihlah investasi pasif. Sedangkan bila anda seorang yang memiliki banyak waktu luang dan semangat tinggi dalam menjalankan usaha maka sebaiknya pilih investasi aktif.

Dalam memulai investasi aktif seperti franchise, sebaiknya tentukan terlebih dahulu dimana lokasi usaha yang dapat kita akses, setelah itu tentukan jenis franchise yang cocok di daerah tersebut. Misalnya anda memiliki kepastian mendapatkan lokasi di sekitar kawasan kampus, maka di sana pasti banyak mahasiswa, di kawasan seperti ini sangat cocok dibuka usaha franchise laundry, suplayer pakaian remaja, dan makanan ringan.

Berbeda halnya dengan investasi pasif, dimana lokasi tidak menentukan tingkat keuntungan yang akan kita peroleh. Dalam hal ini yang peling penting dipertimbangkan adalah keamanan nilai investasi, pastikan bahwa investasi yang kita ikuti bukanlah bodong atau tipuan untuk itu dibutuhkan referensi lengkap tenang investasi tersebut. Jika anda ingin berinvestasi forex via broker, maka cara paling sederhana menilai kualitas prusahaan future adalah berdasarkan umur perusahaan tersebut, semakin lama eksistensi perusahaan forex maka biasanya semakin baik reputasi para brokernya.

Investasi yang menguntungkan saat ini berdasarkan prediksi majalah bisnis adalah investasi emas batangan, hanya saja di artikel tersebut dijelaskan “belilah emas ketika harganya dibawah Rp. 500.000,-/ gram” . Menurut prediksi para ahli investasi emas batangan harga emas murni di tahun 2015 akan melampaui 500 ribu / gram.

Pilih mana, asuransi jiwa atau pendidikan?

Asuransi untuk anak, itulah tema pembicaraan kami di suatu malam di ruang tamu. Saat ini saya telah memiliki seorang anak laki-laki berumur 1 tahun. Pekerjaan saya tidak tetap, (bukan pegawai negeri bukan pula pegawai swasta) hanya kerja serabutan sana sini. Terkadang saya juga bertanya dalam hati tentang masa depan anak saya. Walaupun masa depan itu bukan untuk dilihat, tapi alangkah baiknya jika kita memiliki rencana. Asuransi jenis apakah yang terbaik untuk kondisi saya saat ini?

Memang sebuah dilema jika penghasilan tidak tetap tapi ingin memiliki jaminan asuransi. Menurut para pakar life manajemen, memilih asuransi itu sebaiknya dimulai dari asuransi jiwa atau kesehatan untuk keluarga terutama tulang punggung keluarga. Sebab sebenarnya bila keluarga diibaratkan sebagai sebuah perusahaan maka tulang punggung keluarga adalah sebagai asset paling penting yang dimiliki perusahaan. Bila asset tersebut rusak / atau hilang maka sudah pasti perusahaan akan berhenti total. Begitu juga dalam keluarga suami/ istri yang menjadi tulang punggung keluarga merupakan aset terpenting, jika di masa depan mereka sakit atau meninggal dunia maka seluruh anggota keluarga akan ikut dalam kondisi kritis.

Namun bila tulang punggung keluarga tersebut memiliki asuransi kesehatan dalam bentuk unit link, maka seandainya saja di masa depan sang dia mengalami sakit berkepanjangan, maka asuransi dapat menjamin biaya perawatannya sekaligus menggantikan si tulang punggung keluarga dalam menabung. Atau (maaf kata) bila dia meninggal dunia, maka asuransi akan memberikan uang pertanggunagn yang lumayan besar yang dapat dijadikan sebagai modal usaha atau tabungan pendidikan bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.
asuransi kesehatan vs pendidikan

Berbeda halnya bila kita hanya mengasurasikan pendidikan anak. Bila orang tuanya sakit, maka sudah pasti pembayaran premi asuransi pendidikan akan terganggu.  Bila orang tuanya meninggal, maka asuransi hanya akan menggantikan peran orang tua dalam menabung untuk dana pendidikan yang hanya dapat ditarik di masa yang telah ditentukan. Nah apa yang terjadi dengan keluarga sebelum masa yang ditentukan belum sampai? Tentu saja ekonomi keluarga akan terseok-seok dan bisa jadi anak putus sekolah sebelum masa untuk menarik dana asuransi pendidikan anak tersebut.

Kesimpulan sederhananya, asuransi pertama yang sebaiknya dipilih adalah asuransi jiwa/ kesehatan unit link. Untuk keperluan pendidikan anak, pasti ada jalan selama orang tuanya masih sehat dan mau berusaha. Pahit-pahit pekerjaan, selama orang tua sehat maka dia bisa saja menjadi kuli atau tukang kebun yang penting pendidikan anak lancar.  Tapi bila orang tua sakit, bagaimana caranya untuk bisa menghidupi keluarga sekaligus mendanai pendidikan anak. Oleh karena itu jika minat berasuransi maka mulailah dengan asuransi Jiwa/ kesehatan untuk diri anda baru pikirkan jaminan untuk hal lainnya.


Perusahaan Asuransi Terbaik Indonesia

Beberapa bulan yang lalu ada beberapa majalah bisnis nasional yang menerbitkan tentang perusahaan-perusahaan asuransi terbaik yang ada di Indonesia. Beberapa majalah diantaranya adalah majalah Investor dan juga majalah Infobank.  Sebenarnya ada beberapa majalah bisnis investasi lainnya yang juga menerbitkan tentang hal ini berdasarkan bersi mereka masing-masing.
terbaik indonesia

Pada halaman ini saya mencoba menampilkan beberapa perusahaan asuransi terbaik di Indonesia versi majalah Infobank.  Saya mereferensikan hasil dari majalah ini karena mereka merupakan salah satu majalah bisnis investasi tertua di Indonesia ini. berikut ini beberapa perusahaan asuransi terbaik di Indonesia berdasarkan r premi yang telah dikumpulkan, untuk kategori asuransi jiwa dan asuransi umum.

Perusahaan asuransi jiwa Indoneisa terbaik,  premi kotor ≥ 1 triliun sebagai berikut
·         Mega Life
·         Bringin Jiwa Sejahtera
·         Asuransi Jiwa Commonwealth Life
·         Allianz Life, dan
·         Asuransi Jiwa Prudential Life

Selanjutnya beberapa Perusahaa asuransi jiwa terbia,  total premi Rp200 M s/d  Rp1 T, adalah sebagai berikut:
·         Asuransi Jiwa Heksa Eka
·         Cigna, dan
·         Asuransi Jiwa Equity Life Indonesia

Perusahaan asuransi jiwa terbaik, premi ≤  Rp 200 M:
·         Kresna, dan
·         Asuransi Jiwa dari Recapital

Indikator untuk penilaian pringkat tersebut tentunya ada, dan biasanya salah satu indikator penilaian untuk perusahaan asuransi adalah kinerja dan proses penyelesaian klaim.  Selanjutnya berikut ini beberapa perusahaan asuransi terbaik untuk kategori asuransi umum:

Untuk premi Rp 500 adalah  Asuransi Bangun Askrida, premi 100 s/d 500 M dipegang oleh Pan Pasific Insurance, dan untuk premi dibawah 100 M perusahaan Asuransi Raya merupakan perusahaan asuransi terbaik di Indonesia persi majalah tersebut.


Perusahaan asuransi terbaik ini bisa saja berbeda bila anda lihat versi majalah lain, hal ini karena indikator penilaian dari tiap-tiap majalah berbed. Untuk menyikapi perbedaan tersebut mungkin anda perlu menanyakan langsung ke nasabah perusahaan asuransi tersebut tentang kepuasan mereka menggunakan jasa asuransi dari perusahaan tersebut. Dengan begitu referensi anda dalam memilih asuransi jiwa atau asuransi umum yang cocok menjadi lebih lengkap, sehingga dapat mengurangi tingkat keraguan dalam berasuransi. Semoga tulisan sederhana ini bisa bermanfaat.